Menelusuri Sejarah dan Hubungan Marga Sirait dengan Marga Sibarani dalam Tarombo Batak

Foto ilustrasi (gambar dihasilkan dari generate AI)


Banyak orang penasaran bagaimana hubungan Marga Sirait dengan marga Sibarani bisa satu uduran (iring-iringan/rombongan) dalam setiap acara pesta adat pernikahan dan habot ni roha (acara duka cita).

Bahkan bisa dikatakan sangat banyak orang kita batak tidak mengetahui hubungan Sirait dan Sibarani, bahkan marga Sirait dan Sibarani sendiri banyak yang tidak mengetahuinya dan bahkan menyangkalnya.

Hal tersebut terjadi karena ketidak tahuannya mengenai hubungan erat antara Sirait dan Sibarani, secara garis keturunan memang tidak ada hubungan sedarah maupun marpadan (ikatan perjanjian) para Ompu (leluhur) masing-masing.

Di zaman modern sekarang, hanya sebagian kecil daerah saja yang masih mempertahankan hubungan erat antara marga Sirait dan marga Sibarani. 

Hal tersebutlah yang membuat banyak orang bingung dan bertanya-tanya kok bisa marga Sirait dan marga Sibarani bisa berdampingan saat acara pernikahan baik itu pangoli anak (menikahkan anak laki-laki),  pamuli boru (menikahkan anak perempuan) dan menghadiri undangan sebagai hula-hula maupun tulang.


1. Apa Hubungan Marga Sirait dan Marga Sibarani?

Berbicara dari garis keturunan marga Sirait dan marga Sibarani masih satu keturunan Ompu Si Raja Batak, tapi berbeda tarombo (silsilah).
Marga Sirait merupakan keturunan Raja Nairasaon sedangkan marga Sibarani keturunan dari Raja Sipaettua, jadi tidak ada hubungan sedarah maupun terikat janji (marpadan).
Marga Sirait merupakan anak kedua dari Raja Mengatur, inilah asal-muasal marga Sirait yang dikenal khalayak umum sampai sekarang.

Silsilah singkat Raja Nairasaon:

Raja Nairasaon mempunyai istri Boru Limbong, dan dikaruniai dua anak lelaki.
1. Raja Mangarerak, hanya punya satu anak putra yaitu Raja Manurung.
2. Raja Mangatur (anak kedua), dikaruniai tiga orang putra yang diantaranya;
- Toga Sitorus
- Toga Sirait 
- Toga Butar-Butar 

Silsilah Singkat Raja Sipaettua 

Marga Sibarani merupakan salah satu marga yang memiliki garis keturunan utama dengan Raja Sipaettua, dimana Raja Sipaettua mempunyai tiga orang putra yang diantaranya Pangulu Ponggok, Pangulu Nagodang, dan Sipartano Naiborngin.
Sipartano Naiborngin kemudian memperistri boru Sirait dan mereka mempunyai dua orang putra Ompu Raja Sibarani (anak pertama) dan Raja Sibuea (anak kedua).
Raja Sibarani kemudian menikah dengan Runggu Haomasan Boru Sirait dan dikaruniai dua orang putra.
  • Raja Sipartano II (Sibarani Bakkar)
  • Raja Bonandolok (Sibarani Sitangkola)
  • Dari sinilah asal-muasal marga Sibarani yang dikenal hingga saat ini.

    2. Marga Sirait dan marga Sibarani hanya terikat hubungan intens dalam hal marhula-hula dan Boru.

    Jadi marga Sirait dan Sibarani selalu berdampingan di setiap acara pesta adat karena terikat hubungan Hula-hula dan Boru (Bona ni Ari) yang intens dan bersejarah. 
    Jadi tidak perlu bingung lagi jika melihat marga Sirait maupun marga Sibarani selalu duduk berdampingan saat mengadakan acara pesta adat maupun menghadiri undangan pesta adat.
    Meskipun satu ulaon di acara pesta adat baik itu pernikahan, dukacita dan pesta tugu tetapi mereka berbeda dalam hal acara arisan marga. Dimana mereka kembali ke persadaan marga masing-masing.
    Perlu digarisbawahi, tidak semua daerah bahkan marga Sirait dan Sibarani sendiri tidak menjalankan hubungan ini di ulaonna. 
    Dalam artian, ketika marga Sibarani mengadakan pesta adat yang mendampingi hanya parsadaan-nya (Sipartono Naiborngin) sedangkan marga Sirait tidak diundang, dan sebaliknya.

    Posting Komentar untuk "Menelusuri Sejarah dan Hubungan Marga Sirait dengan Marga Sibarani dalam Tarombo Batak"