Hubungan Silsilah Sinaga, Situmorang, dan Pandiangan Suhut Ni Huta


Foto ilustrasi hubungan Sinaga, Situmorang dan Suhut Ni Huta (dok. Istimewa)


Apakah kalian pernah merasa bingung saat melihat marga Situmorang, Sinaga dan Pandiangan selalu berdampingan ketika mengadakan acara pesta adat baik itu acara sukacita maupun dukacita?.

Hal tersebut memang kerap ditemukan hampir di semua penjuru daerah, akan tetapi perlu digarisbawahi tidak semua marga Situmorang maupun Sinaga dan Pandiangan selalu berdampingan saat melakukan acara pesta adat Batak.

Hal tersebut hanya berlaku khusus untuk marga Situmorang Suhut Ni Huta, Sinaga Suhut Ni Huta dan Pandiangan Suhut Ni Huta saja.

 

Apa Hubungan Situmorang Suhut Ni Huta, Sinaga Suhut Ni Huta dan Pandiangan Suhut Ni Huta

Jadi untuk ketiga marga ini terikat padan (perjanjian dari leluhurnya), dimana mereka akan menjadi saudara kandung dan dilarang keras untuk saling menikahi satu sama lainnya.

Disamping itu, Situmorang Suhut Ni Huta, Sinaga Suhut Ni Huta dan Pandiangan Suhut Ni Huta masih memiliki hubungan sedarah, dimana karena masih satu garis keturunan dengan leluhurnya Raja Lontong.

Tidak ada catatan sejarah yang spesifik terkait asal-muasal bagaimana ke-tiga marga ini bisa menjadi saudara kandung, namun suku Batak mempercayai padan yang telah dibuat oleh para leluhur.

Informasi ini tersebar secara lisan hingga sampai ke zaman sekarang, sehingga masyarakat di era sekarang tetap memegang teguh dan menjalankan padan tersebut.

Meskipun demikian, marga Pandiangan Suhut Ni Huta masih di izinkan menikahi Boru Situmorang maupun Boru Sinaga asalkan tidak keturunan Suhut Ni Huta. 

Begitu juga sebaliknya, baik itu marga Sinaga Suhut Ni Huta maupun Situmorang Suhut Ni Huta bisa menikahi Boru Pandiangan diluar keturunan Suhut Ni Huta.


Apakah Situmorang, Pandiangan dan Sinaga Suhut Ni Huta wajib berdampingan saat pesta adat?


Jawabannya, iya. 
Setiap salah satu dari mereka mengadakan acara pesta adat pernikahan maupun Habot Ni Roha (dukacita) mereka akan selalu duduk berdampingan.

Jika Anda salah satu dari ke-tiga marga tersebut dan berencana ingin mengadakan pesta adat, maka Anda wajib mengundang ke-dua marga lainnya.

Perlu diketahui juga, ketika marga Situmorang diluar Suhut Ni Huta mengadakan pesta adat maka Sinaga Suhut Ni Huta dan Pandiangan Suhut Ni Huta tidak akan diundang karena tidak terikat padan.

Dan begitu juga sebaliknya dengan marga Pandiangan dan Sinaga diluar Suhut Ni Huta saat mengadakan pesta adat.

Apakah Situmorang, Sinaga dan Pandiangan Suhut Ni Huta satu parsadaan maupun arisan marga?

Situmorang Suhut Ni Huta, Sinaga Suhut Ni Huta dan Pandiangan Suhut Ni Huta memang memiliki ikatan saudara kandung, namun ke-tiga marga ini tidak terikat kedalam satu parsadaan maupun arisan marga.

Dalam artian, Situmorang Suhut Ni Huta maupun Pandiangan Suhut Ni Huta tidak bisa masuk kedalam arisan Marga maupun ke persadaan Toga Sinaga.

Ke-tiga marga ini hanya tergabung kedalam persadaan masing-masing, seperti;
  • Sinaga (Toga Sinaga)
  • Situmorang (Situmorang Sipitu Ama)
  • Pandiangan (Toga Pandiangan Pomparan Raja Humirtap)
 

Siapa Yang Menjadi paling tua?

Tidak ada catatan sejarah yang spesifik mengenai siapa yang menjadi si abangan dan si adekan, namun para keturunannya selalu saling menghormati siapa yang lahir duluan.

Dalam artian, siapa yang lahir duluan maka dialah menjadi siabangan (siakkangan). 

Posting Komentar untuk "Hubungan Silsilah Sinaga, Situmorang, dan Pandiangan Suhut Ni Huta"