Mengenal Raja Dapoton, Anak Pertama Tuan Ringo Yang Jarang Diketahui

Foto ilustrasi mengenal Raja Dapoton (dok. Istimewa)


Apakah kalian pernah mendengar marga Raja Dapoton di lingkungan sekitar kalian, jika kalian bukan bagian dari pomparan Ompu Situmorang Sipitu Ama pasti tentunya kalian akan terasa sangat asing.

Namun tidak menutup kemungkinan juga, masih banyak keturunan Situmorang Sipitu Ama tidak mengetahui siapa itu Raja Dapoton dan ada juga sebagian yang menyangkal keberadaannya.

Mengenal Raja Dapoton, Anak Pertama Tuan Ringo

Raja Dapoton atau juga dikenal Raja Hasaton merupakan anak pertama (Sulung) Tuan Ringo dan Boru Sitompul, Raja Dapoton diklaim lahir di Pahae, Tapanuli Utara versi penulis buku Fidelis Situmorang dan ada beberapa sumber lainnya mengatakan di Hutaginjang dan Huta Bakkara.

Raja Dapoton menjadi simbol perdamaian antara Tuan Ringo dengan ke-enam saudaranya, Tuan Ringo merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.

Ada kisah kelam yang mengharuskan Tuan Ringo harus meninggalkan Huta Urat yang merupakan kampung halamannya, kemudian merantau ke Pahae dan akhirnya menikah dengan Boru Sitompul yang merupakan putri dari raja Sitompul yang berkuasa di daerah tersebut.

Raja Dapoton memiliki tiga saudara kandung lainnya yang diantaranya Raja Rea yang keturunannya saat ini menggunakan marga Siringoringo, Tuan Onggar yang keturunannya menggunakan marga Rumapea dan Siagian (Papagalote) yang keberadaannya masih simpang-siur hingga saat ini.

Anak Tuan Ringo;
  1. Raja Dapoton,
  2. Raja Rea,
  3. Tuan Onggar,
  4. Siagian (Papagalote).

Eksistensi Raja Dapoton Didalam Tarombo Situmorang Sipitu Ama

Keturunan Raja Dapoton hingga saat ini menggunakan marga Situmorang, dan sangat mustahil ada yang menggunakan marga Raja Dapoton.

Untuk mengetahui Situmorang apa seseorang, harus dilakukan tanya langsung saat martarombo. 

Raja Dapoton menjadi salah satu nama leluhur yang cukup asing didengar para generasi muda keturunan Ompu Tuan Situmorang Sipitu Ama apalagi orang Batak lainnya.

Ini merupakan problematika yang harus dituntaskan, baik secara literasi maupun lisan saat menjelaskan tarombo atau silsilah Tuan Situmorang.

Masih sangat banyak ditemui marga Siringoringo dan Rumapea itu sendiri tidak mengetahui siapa itu Raja Dapoton, padahal masih satu bapak kandung.

Yang mirisnya, ada keturunan Raja Dapoton tidak mengetahui asal-usul kenapa dia menggunakan marga Situmorang. 

Raja Dapoton bukanlah cucu maupun cicit dari Tuan Ringo melainkan anak kandung pertama, kalau di era parmargaan ini disebut anak panggoaran.

Semestinya keturunan langsung Tuan Ringo harus mengetahui siapa-siapa saja nama keempat anak Tuan Ringo itu sendiri, karena banyak beranggapan jika keturunan Raja Dapoton yang menggunakan marga Situmorang adalah Tuan Ringo itu sendiri padahal sejatinya tidak.

Inilah faktor awal mulanya kenapa banyak orang tidak mengetahui eksistensi Raja Dapoton dalam tarombo Situmorang Sipitu Ama, bahkan kedudukan Raja Dapoton di Tuan Ringo terabaikan karena saat ditanya anak dari Situmorang nomor empat hanya ada Siringoringo dan Rumapea.


Apakah Raja Dapoton merupakan Marga?

Jika berkaca dari tatanan keturunan Tuan Ringo, maka Raja Dapoton bisa dikatakan sebuah marga juga. 

Hal ini berdasarkan apa yang diterapkan oleh kedua marga adiknya yaitu Siringoringo dan Rumapea, dimana mereka menggunakan nama leluhurnya langsung bukan nama kakek moyangnya.

Akan tetapi hal itu tidak dilakukan oleh seluruh keturunan langsung Raja Dapoton, dimana keturunan Raja Dapoton hingga saat ini menggunakan marga Situmorang mengikuti nama nenek moyangnya.

Ada kisah panjang yang menarik kenapa keturunan Raja Dapoton menggunakan marga Situmorang, semua berawal saat ketiga Abang Tuan Ringo yaitu Pande, Nahor dan Suhut Ni Huta membujuknya pulang ke kampung halamannya di Huta Urat.

Meskipun Tuan Ringo tidak bertatapan langsung dengan ketiga Abangnya, akan tetapi Abang-Abangnya sudah menyampaikan permohonan maaf secara tidak langsung dan mengutarakan hal yang sedang terjadi di kampungnya kepada istrinya Boru Sitompul.

Menurut beberapa sumber mengatakan, jika ketiga Abangnya ini sangat bahagia sampai berebut menggendong anak pertama Tuan Ringo, karena anak Tuan Ringo juga anak mereka sendiri hal ini berlaku dalam tatanan adat Batak.

Saat istrinya Boru Sitompul menyampaikan pesan dan permohonan maaf dari saudaranya, akhirnya hati Tuan Ringo pun luluh. 

Menurut beberapa literasi mengklaim, jika asal-muasal nama Raja Dapoton diberikan Tuan Ringo karena saat itu abangnya hanya mendapati/menemukan istri dan anaknya dirumah bukan dirinya.

"Dalam literasi bahasa Batak, Dapoton memiliki arti didapati atau ditemukan

Akhirnya Tuan Ringo pun menyanggupi permintaan saudaranya, namun Tuan Ringo tidak kembali ke Urat karena ia telah bersumpah tidak akan menginjakan kakinya lagi ke Kampungnya, akhirnya ia mengutus Istrinya dan anaknya Raja Dapoton sedangkan ia berlabuh ke Huta Sirait.

Meskipun tidak ada Tuan Ringo, ke-enam saudaranya langsung menyambut gembira kehadiran Raja Dapoton dan kemudian memberikan nama penghargaan Raja Hasaton (sampai/tercapai).

Dan akhirnya hujan deras pun langsung turun di Huta Urat setelah kemarau panjang berkelanjutan sejak kepergian Tuan Ringo, inilah awalnya Raja Dapoton menggunakan marga Situmorang hingga saat ini karena mewakili Tuan Ringo duduk berdampingan dengan saudaranya di Huta Urat.


Kesimpulan 

Jadi kesimpulannya, semua keturunan Raja Dapoton menggunakan marga Situmorang sedangkan Raja Raja keturunannya menggunakan marga Siringoringo dan Tuan Onggar keturunannya menggunakan marga Rumapea.

Raja Dapoton mendapatkan kedudukan spesial dalam tatanan tarombo Ompu Tuan Situmorang Sipitu Ama, dimana posisinya disejajarkan dengan ke-enam saudara Ayahnya Tuan Ringo.

Raja Dapoton hingga saat ini mewakili Tuan Ringo disetiap acara adat Batak dan juga dalam bermasyarakat. Dan tak jarang pula, seluruh keturunan Raja Dapoton mengklaim dirinya Situmorang Tuan Ringo tau Situmorang Siringoringo.

Posting Komentar untuk "Mengenal Raja Dapoton, Anak Pertama Tuan Ringo Yang Jarang Diketahui"