Kisah Raja Dapoton: Mengapa Kedudukannya Sejajar dengan Situmorang Sipitu Ama?

Gambar ilustrasi (foto dihasilkan AI)


Raja Dapoton merupakan anak sulung dari Tuan Ringo, yang keturunannya hingga saat ini menggunakan marga Situmorang. 

Berbeda dengan ketiga adik-adiknya yang menggunakan nama leluhurnya, seperti Raja Rea yang keturunannya menggunakan marga Siringoringo dan Tuan Onggar keturunannya menggunakan marga Rumapea sedangkan Siagian (Papagalote) sebagian menggunakan marga Siagian siringo dan terkadang dijumpai menggunakan marga Siringoringo.


Kedudukan Raja Dapoton di Tarombo Situmorang Sipitu Ama 

Di dalam paradaton, Raja Dapoton memiliki kedudukan yang sejajar dengan Situmorang Pande, Lumban Nahor, Suhut Ni Huta, Sitohang Uruk, Sitohang Tonga-Tonga dan Sitohang Toruan.

Raja Dapoton sendiri dianugerahi nama Raja Hasaton oleh ke-enam marga Situmorang lainnya yang merupakan Bapatuanya dan bapaudanya, karena saat Tuan Ringo (Bapak Raja Dapoton) tidak mau pulang ke kampung halamannya karena sumpahnya sendiri.

Sehingga Raja Dapoton lah yang mewakili dirinya kembali ke kampung halamannya di Huta Urat (Sipinggan) bersama dengan ibunya Boru Sitompul (istri Tuan Ringo).

Meskipun tanpa kehadiran Tuan Ringo, acara ritual adat berjalan dengan lancar dimana hujan deras pun langsung turun dikampung tersebut setelah kemarau panjang usai kepergian Tuan Ringo dari kampungnya.

Menurut tetua adat dan datu bolon di Huta Urat, syarat agar hujan bisa turun kembali dikampungnya, Tuan Ringo harus pulang ke Urat. 

Karena yang pulang adalah anaknya si Raja Dapoton, maka Raja Dapoton kedudukan setara dengan Bapatua dan bapaudanya dalam hal acara adat.

Perlu digarisbawahi kembali, kesetaraan Raja Dapoton dengan ke-enam marga Situmorang lainnya hanya sebatas di acara adat saja. 

Dalam silsilah (tarombo) Situmorang Sipitu Ama, kedudukan Raja Dapoton adalah sebagai anak. Meskipun demikian, semua keturunan Raja Dapoton tetap menggunakan induk marganya yaitu Situmorang.

Tarombo Raja Dapoton

Dalam literasi Batak terkhususnya dalam silsilah Tuan Ringo, Raja Dapoton menikah dengan Boru Sitompul dan dikaruniai dua orang anak.

Satu anak laki-laki yang bernama Raja Idaon dan satu anak perempuan (Boru) yang bernama Si Boru Langgatan.

Kemudian Raja Idaon menikah dan memiliki anak semata wayang yang bernama Ompu Mosa (Sindang), kemudian Ompu Mosa memiliki satu orang anak juga yang bernama Namora Uluan.

Keturunan Namora Uluan inilah yang hingga saat ini menyandang nama leluhurnya Si Raja Dapoton dan seluruh keturunannya menggunakan marga Situmorang hingga saat ini.

Sedangkan Si Boru Langgatan tidak menikah dan menurut cerita rakyat Batak mengatakan jika Si Boru Langgatan memiliki kisah legenda yang sakral dan dipercaya hingga saat ini.


Keturunan Raja Dapoton 

Raja Dapoton sebenarnya sangat banyak memiliki pinompar (keturunan), tak bisa dipungkiri jika di zaman sekarang banyak keturunan Raja Dapoton tidak mengetahui asal-usulnya karena dari generasi ke generasi hanya menggunakan nama leluhurnya Raja Dapoton. 

Sehingga saat kita berjumpa Situmorang Tuan Ringo, mereka akan berkata keturunan si Raja Dapoton.

Meskipun demikian, seluruh keturunan Raja Dapoton berhak menyandang nama leluhurnya. 


Kesimpulan 

Raja Dapoton akan sejajar dengan Pande, Lumban Nahor, Suhut Ni Huta, Sitohang Uruk, Sitohang Tonga-Tonga dan Sitohang Toruan dalam setiap acara pesta adat Batak sukacita maupun dukacita.

Posting Komentar untuk "Kisah Raja Dapoton: Mengapa Kedudukannya Sejajar dengan Situmorang Sipitu Ama?"